LANGKAH-LANGKAH PEMBUDIDAYAAN JAMUR TIRAM

BUDIDAYA JAMUR BAGI PEMULA

Memulai usaha budidaya jamur bagi pemula sangat penting untuk mendapatkan tuntunan, agar terbayang tahap-tahapan kerja, disamping itu permodalan menjadi terukur dan hasil kerja maksimal.

Tahapan awal adalah :

Pelajari teori tentang budidaya jamur.

Banyak bertanya atau diskusi dengan petani-petani yang handal / yang sdh paham dengan usaha budidaya jamur.

Siapkan lokasi / tanah yang akan dijadikan usaha budidaya jamur, khususnya untuk mendirikan rumah jamur / kumbung. Dirikan rumah jamur dari bahan yang paling mudah didapat dan murah.

Mulailah dari kapasitas terkecil / minimum. misalkan dari jumlah 5.000 log. Untuk pengadaan log silahkan order/pesan pada kami di (BUYUNG 085289881299 )

Buat catatan dari semua kegiatan yang sedang berlangsung tujuannya adalah sebagai bahan evaluasi kedepan. Amati cara hidup jamur.

Cari informasi dan buat jaringan mulai dari pengadaan bahan dasar sampai pada penjualan hasil panen / produk.

Buat rencana kerja dan target kerja.

Buat perhitungan anggaran pelaksanaan.

Untuk operasional usahakan dikerjakan sendiri dengan alasan kapasitas masih kecil dan sekali belajar karakteristik jamur.

Untuk memulai membuka usaha budidaya jamur ada dua macam yang dapat ditempuh :

1). Memulai dari belajar merawat media tanam atau baglog, artinya PETANI PEMULA hanya menyiapkan rumah jamur / kumbung berikut alat kerja untuk merawat atau memelihara baglog / media tanam. Untuk baglog / media tanam membeli pada petani yg memproduksi baglog / media tanam, dimana baglog tsb sdh teruji kwalitasnya (misalkan : hasil panennya bagus).

2). Memulai dari belajar membuat media tanam / baglog, artinya mempersiapkan ALAT-ALAT KERJA, TEMPATKAN KERJA, BAHAN-BAHAN, dan TENAGA KERJA. Karena pekerjaan ini dimulai dari beberapa tahapan (misalkan : dari pengadaan bahan, mencampur, pewadahan, sterilisasi, inokulasi, inkubasi dan pertumbuhan jamur.

Yang kami jelaskan dibawah ini adalah untuk point (1).

Contoh perhitungan anggaran / biaya / modal kerja :

Tanah dianggap milik sendiri.

Modal terbagi 2 yaitu :

Modal untuk investasi, misalkan biaya untuk mendirikan kumbung dan pembelian alat-alat kerja bantu.

Modal operasional, misalkan biaya untuk pembelian / pengadaan media tanam, upah kerja dan lain-lain.

Kapasitas 2.500 log.

Luas kumbung 15,60 m2 @ Rp 225.000,- = Rp 3.510.000,-

Pembelian alat kerja bantu = Rp 400.000,-

Pengadaan media tanam = 2.500 log @ Rp 2.500,- = Rp 6.250.000,-

Total modal awal kerja = Rp 10.160.000,-

Hasil panen jamur adalah 90 % x 2.500 log x 0,60 kg x Rp 10.000,- = Rp 13.500.000,- (perhitungan selama kurang lebih 4 bulan).

Keuntungan yang didapat adalah Rp 13.500.000,- – Rp 6.250.000 – Rp 450.000,- = Rp 6.800.000,-

Jadi keuntungan per bulan = Rp 1.700.000,-

Yang harus diperhatikan didalam merawat media tanam adalah :

Kebersihan didalam kumbung.

Sirkulasi udara, tingkat kelembaban dan suhu ruangan diatur sedemikian rupa.

Cara memetik jamur dan membersihan bekas petikan.

Cara menyiram pergunakan uap dari spray.

INI HANYA LAH CONTOH KALKULASI DALAM PEMBUDIDAYAAN JAMUR, PENGHASILAN DAPAT BERUBAH SESUAI BESARAN MODAL ATAU BANYAKNYA SERTA BESARAN UKURAN MEDIA YANG HENDAK KITA PAKAI

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: